Postingan

Membangun RADKOM-DRR di Malaka

Gambar
Anato Moreira Bersama CIS Timor Penulis di depan papan Visiblity Isu bencana di kabupaten Malaka , bukan sekedar isu belaka, pergulatan komunitas di Malaka khususnya di kecamatan Malaka Barat dan sebagai kecamatan Malaka tengah   adalah   kondis ril yang dialami oleh komunitas ini.   Bencana banjir yang terjadi di malaka dalam kurun waktu enam bulan musim penghujan membawa dampak   baik positif dan negatif. Positifnya adalah, mereka mendapatkan humusan tanah atau lumpur yang   datang dari wilayah hulu seperti Soe dan Kefa dimana bisa menyburkan tanaman jagung pada musim tanam ketiga   atau yang sering di kenal dengan bahasa lokal “Ahuklean”. Sisi negatifnya adalah , bencana tiap tahun yang melanda di besikama –Malaka selalu membawa korban materil ( rumah roboh, tanaman terendam air dan lumpur, perlatan rumah tangga, pakaian terhanyut banjir),   jalan-jalan tak berbentuk   yang menghambat arus transportasi masuk ke desa-des...

Refujiadus: Sira Nia Ka’an Tara iha Timor

“Maske tinan 14 ita fahe malu ho timor-oan be hela iha Indonezia (Timor Osidental) maibé ita sei konsidera sira hanesan timor-oan. Sira timor-oan nafatin. Ita tenki hare malu hanesan familia maun alin. Buat liu, liu ona, ita husik ba kotuk hanesan istoria ida. Maluk sira   iha ita nia sorin, sira mós ema timor-oan, sira nia ka’an (husar) tara (tau) iha rai Timor. Tan ne’e Timor ne’e sira nian mós, ita ninia relasaun familia metin nafatin.” (Prezidenti Taur Matan Ruak) Tuir dadus geral, la’os detailu, dadus istimasaun katak refujiadus timor-oan be hela iha Timor Osidental (Kupaun, NTT-Indonezia) mais ou menus pursentu 80 (80%) ema agrikultor, pursentu 10 funsionariu públiku (PNS, TNI, POLRI no pensiunistas), no pursentu 10 servisu privadu ka negosiantes. Tuir Anato Moreira   servisu ba ONG CIS Timor iha Kupaun-TTS Belu/Malaka/Betun informa katak total dadus refujiadus   maka oras ne’e sei hela iha Timor Osidental NTT hamutuk xefe familia 24.524 ho sura ema nia...

REFLEKSI 14 TAHUN WARGA EKS TIMOR-TIMUR DI INDONESIA (PASCA JAJAK PENDAPAT 1999)

Gambar
Anato Moreira Pekerja Sosial di Timor Barat Motaain Border 2013 Empat belas tahun sudah, saudara-saudari warga eks Tmor-Timur yang tinggal di indonesia merasakan suka duka di perantauan. Imbas dari persoalan politik   yang membuat 250ribu keluarga mengungsi   ke wilayah Indonesia khususnya di Timor Barat Nusa Tenggara Timur. Datang nya warga ini memang tidak di siapkan secara baik, kesiapa mental dan batin. Semua di laukakan secara tergesa-gesa karena   rasa takut terkait adanya ancaman, serta rasa ingin mengamankan diri dari situasi yang tidak terkendali saat 1999 itu. Mereka yang berpolitik, mereka yang tidak tahu menahu akan politik ikut terjerumus dalam situasi yang kelabu ini. Di situasi pengungsian saat 1999, beratus-ratus kamp pengungsian dari titik perbatasan di kabupaten Belu sampai di Kupang, mereka tinggal di bawah tenda-tenda biru, tinggal di bawah barak-barak yang dibangun pemerintah, semua orang berpikir kalau s...